Logo SantriDigital

menghargai waktu

Ceramah
I
Indah Rachmawati
5 Mei 2026 3 menit baca 3 views

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ ...

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ. وَالْعَصْرِ ﴿١﴾ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ ﴿٢﴾ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ ﴿٣﴾ (Surat Al-'Ashr ayat 1-3) رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي. Bapak, Ibu, Saudara-saudari kaum muslimin wal muslimat yang dirahmati Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih atas kehadiran Bapak, Ibu, Saudara sekalian di majelis ilmu yang penuh berkah ini. Suatu kebahagiaan tersendiri bagi saya bisa hadir di tengah-tengah Bapak, Ibu, dan Saudara sekalian, berbagi sedikit ilmu dan renungan. Semoga kehadiran kita dicatat sebagai amal ibadah di sisi Allah SWT. Hari ini, kita akan bersama-sama merenungi sebuah nikmat yang seringkali kita lupakan, sebuah aset berharga yang seringkali kita sia-siakan, yaitu *waktu*. Allah Ta'ala dalam Surat Al-'Ashr telah bersumpah dengan waktu, dan ini menunjukkan betapa pentingnya kedudukan waktu dalam pandangan Islam. "Demi masa (waktu)," begitu Allah memulai firman-Nya. Sumpah ini bukan tanpa makna. Sumpah dengan sesuatu menunjukkan kedudukannya yang agung dan bernilai tinggi. Allah bersumpah dengan *al-'ashr*, yaitu zaman atau waktu, untuk mengingatkan kita bahwa seluruh kehidupan manusia terikat dan berjalan dalam bingkai waktu. Mengapa waktu begitu berharga? Karena waktu adalah modal utama kehidupan kita. Setiap detik yang berlalu adalah satu lempeng batu bata kehidupan kita yang hilang, dan setelah ia berlalu, ia takkan pernah kembali. Kehidupan kita ini, Bapak, Ibu, hakikatnya adalah kumpulan dari waktu-waktu yang telah kita jalani. Jika waktu kita habiskan dalam kebaikan, maka kehidupan kita akan baik. Sebaliknya, jika kita sia-siakan, maka kehidupan kita akan merugi. Seperti yang ditegaskan dalam ayat selanjutnya, "Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh..." Kerugian ini, salah satu bentuknya adalah menyia-nyiakan waktu yang diberikan Allah untuk beribadah dan berbuat baik. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Rasulullah ﷺ bersabda: "Ada dua nikmat yang banyak dilupakan manusia: nikmat sehat dan waktu luang." (نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ) Betapa sering kita baru menyadari berharganya waktu ketika kita sedang sakit, atau ketika kita sudah tua dan tidak berdaya. Padahal, saat sehat dan masih memiliki waktu luang, kita seringkali menggunakannya untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, bahkan terkadang maksiat. Bagaimana cara kita menghargai waktu? Pertama, dengan menyadari bahwa waktu adalah amanah dari Allah. Kita akan dimintai pertanggungjawaban kelak di akhirat tentang bagaimana kita menggunakan waktu kita. "Tidak akan bergeser kaki anak Adam di hari kiamat, dari sisi Tuhannya, sampai ditanya lima perkara: tentang umurnya, untuk apa ia habiskan?" (HR. Tirmidzi). Maka, setiap detik yang kita miliki harus diisi dengan kegiatan yang bermanfaat, yang mendekatkan diri kita kepada Allah dan sesama. Kedua, merencanakan penggunaan waktu. Seperti seorang pedagang yang mengatur modal dan keuntungannya, begitulah kita semestinya mengatur waktu kita. Buatlah prioritas: mana yang lebih penting, mana yang mendesak. Alokasikan waktu untuk ibadah, untuk bekerja, untuk keluarga, untuk istirahat, dan tentu saja, untuk belajar dan menuntut ilmu. Ketiga, menghindari pemborosan waktu. Jangan sampai kita terjebak dalam permainan yang tidak ada habisnya, obrolan yang tidak bermanfaat, atau kesibukan-kesibukan yang justru menjauhkan kita dari tujuan hidup kita yang sesungguhnya. Ingatlah, waktu yang hilang adalah kesempatan yang terlewatkan, pahala yang hilang, dan pintu kebaikan yang tertutup. Bapak, Ibu sekalian, mari kita mulai dari sekarang. Mari kita gunakan waktu yang Allah berikan dengan sebaik-baiknya. Jadikan setiap detik bermakna. Pergunakan waktu luang kita untuk membaca Al-Qur'an, untuk berzikir, untuk bersilaturahmi, untuk membantu orang tua, tetangga, atau siapa pun yang membutuhkan. Jadikan hidup kita produktif dalam kebaikan. Mengakhiri pertemuan kita hari ini, marilah kita berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala agar senantiasa diberikan kemampuan untuk menjaga dan memanfaatkan waktu yang telah diberikan-Nya. Ya Allah, kami memohon kepada-Mu agar Engkau memberkahi umur kami, memberkahi waktu kami, dan menuntun kami untuk senantiasa beramal shaleh di setiap detik yang Engkau karuniakan. Ampuni segala dosa dan kesalahan kami. وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →